kontak
Blog

Video Shooting atau Production House – Hobi atau Pro!


Banyak faktor yang membuat sebuah usaha berjalan baik dan dipercaya konsumen. Demikian halnya dengan Jasa Produksi Video atau Jasa Pembuatan Video dan sering juga disebut video shooting. Studio besar menyebut dirinya Production House atau Rumah Produksi. Anda pasti sering mendengar jika sinetron A dibuat oleh PH Anu. Nah, PH adalah singkatan dari Production House.

Kadang penyebutan “diri” sebagai Video Shooting atau Pembuat Video atau Production House; bisa mengambarkan kemampuan atau jangkauan kapasitas produksi. Sebagai contoh; teman-teman yang hanya melakukan dokumentasi video pernikahan dan sejenisnya menyebut dirinya Video Shooting, sedangkan mereka yang Kadang membuat Video Profil perusahaan menyebut dirinya Video Production (atau: Jasa Produksi Video). Sedangkan mereka yang menyebut dirinya production House biasanya telah memiliki berbagai peralatan pendukung produksi video yang lebih lengkap.

Tapi tentunya apalah arti sebuah sebutan, sekarang tergantung kualitas dan kapasitas produksi yang bisa dilayani. Bisnis Video profesional sangat ketat dan kadang terjadi persaingan yang sengit. Seringkali terjadi perbedaan harga yang mencolok untuk sebuah pekerjaan yang kurang lebih sama, ini yang sering membuat murung para pemain lama yang sudah paham kualitas. Namun tentu saja kembali lagi pada kelas dan karakter konsumen; apakah konsumen memiliki pengetahuan dan referensi yang baik mengenai jenis video yang hendak diproduksi.

Kasus yang kadang-kadang terjadi adalah perbedaan ekspektasi terkait kualitas dan harga. Seorang konsumen meminta jasa video dokumentasi pertunjukan dan senang ketika mendapat harga murah; setelah melihat hasilnya dia kecewa, karena membandingkannya dengan DVD original konser Michael Jackson. Atau sebaliknya, saat sebuah perusahaan hospitality berbintang meminta penawaran harga Video Profile tanpa memiliki referensi apapun terkain pembiayaan produksi video, maka dia membandingkan dengan biaya shooting wedding selama dua hari.

Contoh kasus diatas menjadi sebuah pelajaran, dimana pelaku bisnis video shooting; atau apapun anda menyebutnya, perlu membekali diri dengan kemampuan dan referensi yang cukup sebagai peluru untuk meng-edukasi konsumen saat negosiasi sebuah proyek produksi video; apakah sebuah dokumentasi video wedding atau proses produksi sebuah sinetron.

Bisnis produksi video kadang dimulai dari hobi, namun melompat ke kancah profesional. Disini dibutuhkan keseriusan, apakah benar-benar akan melakukannya atau hendak menikmati prosesnya saja. Perlu diingat, Hobi adalah tuntutan hati sedangkan profesional adalah tuntutan kualitas dari konsumen. Selamat Berbisnis.

majalah bali dwipa logo