Penghargaan kompetisi nasional di Minikino Film Week 9 menegaskan bahwa film pendek adalah bentuk seni yang penting dalam eksperimen sinematografi, narasi, dan gaya visual. Pengakuan ini mendorong perkembangan film pendek lebih jauh lagi dan memacu inovasi dalam industri film secara keseluruhan.

Penghargaan dalam sebuah festival menjadi penting bagi pembuat film pendek, sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian serta dedikasi mereka dalam industri film. Kehadiran penghargaan bertaraf nasional juga dapat memotivasi sineas untuk terus berkarya, meningkatkan visibilitas karya mereka, dan membantu mereka mendapatkan perhatian dari produser, distributor, dan penyelenggara festival film.

Ada 16 judul film pendek yang masuk tahap penjurian oleh Dewan Juri Nasional Minikino Film Week 9. Para Dewan Juri terdiri dari seniman, sastrawan dan filmmaker, dari beragam kebangsaan, disiplin ilmu dan gender. Mereka diundang untuk melihat film-film yang telah melewati seleksi resmi 2023 dan memenuhi persyaratan untuk MFW9 National Competition Award. Para dewan juri ini adalah Made Adyana Ole (Sastrawan dan Jurnalis, Indonesia), Kelly Lui (Programmer Toronto Reel Asian International Film Festival, Kanada), dan Pedro Toro (Direktur Artistik, Programmer, dan Kurator Comunidad de Madrid Film Festival, Spanyol).

Hadiah Untuk Pemenang Kompetisi MFW9

Pemenang utama kompetisi nasional berhak atas hadiah tunai sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah, sementara Dewan Juri Nasional tahun ini akan menentukan pemenang Begadang Filmmaking Competition 2023 yang berkompetisi untuk hadiah senilai lima juta rupiah. Selain itu, nominasi kompetisi nasional MFW9 juga memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah tunai sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah dalam Rangkai Award at MFW9. Tahun ini, Lumix Indonesia juga turut mendukung dengan hadiah berupa kamera Lumix G90 K Kit untuk film produksi Indonesia yang akan diumumkan pada malam penganugerahan, tanggal 23 September 2023 mendatang.

Selain dukungan dari perusahaan berbasis di Indonesia, sejak 2021 Minikino Film Week juga bekerjasama dengan The Raoul Wallenberg Institute Humanitarian Rights and Law yang berbasis di Lund, Swedia, untuk memberikan perhatian pada film-film pendek produksi regional Asia Pasifik yang berfokus pada isu kesetaraan, kemanusiaan, dan lingkungan. Tiga film pendek akan mendapatkan RWI Asia Pacific Award di MFW9 dengan total hadiah uang tunai sebesar tiga puluh juta rupiah. Film-film yang masuk nominasi untuk memperebutkan penghargaan tersebut adalah Acung Memilih Bersuara (Amelia Hapsari, Indonesia, 2023), Blue Poetry (Muhammad Heri Fadli, Indonesia, 2023), One Day In Lim Chu Kang (Michael Kam, Singapura, 2022), Senandung Senyap (Riani Singgih, Indonesia, 2021), dan The Wedding Ring (Robin Narciso, Kamboja, 2022).

Selain National Competition Award juga memberikan penghargaan internasional untuk kategori Best Short Film Of The Year, Best Animation Short, Best Audio Visual Experimental Short, Best Children Short, Best Documentary Short, Best Fiction Short, Programmer’s Choice, Youth Jury Award, Begadang Filmmaking Competition, Rangkai Award, dan RWI Asia Pacific Award.

Juri untuk penghargaan kompetisi internasional tahun ini adalah Clarissa Jacobson (Penulis dan produser, Amerika Serikat), Gita Fara (Produser Film dan Tim Komite Festival Film Indonesia, Indonesia), dan Sébastien Simon (Sutradara dan Programmer Film Busan International Short Film Festival, Korea/Perancis).

Melalui penghargaan-penghargaan ini, Edo Wulia selaku Direktur Festival mengharapkan agar film pendek mulai dilirik dan diapresiasi lebih jauh oleh masyarakat. “Festival film pendek seperti Minikino Film Week yang mengedepankan pertemuan fisik saya harap bisa berumur panjang dan terus didukung oleh berbagai pihak. Karena festival seperti ini merupakan tempat terjadi pertemuan ide, pemahaman, dan pertukaran antarpelaku industri film pendek." pungkasnya.

16 Film Pendek Indonesia dalam MFW9 National Competition

ACCIDENTALLY INTENTIONAL | [d][w] Kevin Rahardjo / Indonesia / 2023 / Fiction / 14:07 //

Seorang remaja yang relijius menonton film porno pertama kalinya, namun secara tak sengaja audionya tersambung menggunakan bluetooth ke mobil ibunya

[ig] @kevin_rahardjo // Awards/Screenings: World Premiere, Palm Springs International ShortFest 2023

 

AKEDAH (THE BINDING) | [d][w] Alessandro Manuel Rustanto / Indonesia, Czech Republic / 2022 / Fiction / 13:33 //

Tahun 1965 saat pembersihan orang-orang yang dianggap komunis, seorang pendeta berjanji untuk membaptis seorang wanita secara diam-diam. Wanita itu sedang hamil dan mencari perlindungan.

 

AKHIRNYA (By and By) | [d][w] Adi Dwianto / Indonesia / 2023 / Fiction / 15:30 //

Di sebuah desa yang terpencil, kehilangan yang tragis membuat sepasang pria dan wanita berpisah, namun sebuah reuni memaksa mereka untuk kemballi berhadapan dengan kesedihan.

ALKISAH SI DEWA (The Myth of Dewa) | [d][w] Brahmma Putra Wijaya / Indonesia / 2023 / Fiction / 10:56 //

Sebuah kisah tentang seorang anak laki-laki pemalu yang mengunjungi seorang dukun yang menakutkan, Ia kemudian menemukan perasaannya seperti di rumah sendiri.  // [ig] @utuh.studio @sinemalima Crew @brahmma99 @annisaadjam @lottalemett

 


ALMIGHTY (Mahakuasa) | [d] Kenneth Lisungan, Itqon Askary / [w] Itqon Askary, Kenneth Lisungan / Indonesia / 2023 / Fiction / 08:05 //

Seorang polisi yang bertugas dalam tragedi Kanjuruhan membuat para tetangganya bertanya-tanya karena ia tidak menghadiri pemakaman anaknya.  // [ig] @kennethlisungan // Awards/Screenings: Official Selection Lift-Off Filmmaker Sessions by Lift-Off Global Network.

 

ATTACK ON CHOLESTEROL | [d][w] Anjas Artha Putra / Indonesia / 2022 / Fiction / 09:24 //

Kehidupan Tommy dipertaruhkan saat kolesterol baik dan buruk dalam tubuhnya terlibat dalam pertarungan anime abad ini.

 

BERDOA, MULAI // [d][w] Tanzilal Azizie / Indonesia, Cirebon / 2022 / Fiksi / 10:05 //

Sebagai seorang minoritas di sekolahnya, Ruth harus beradaptasi dengan kebiasan teman-temannya yang Muslim.  //

Awards/Screenings: Nominee Madani International Film Festival 2022 | Official Selection Jakarta Film Week 2022 | Shortlisted 30 Besar Festival Film Indonesia 2022.

 

BISING (Chorus of The Wounded Birds) | [d] Amar Haikal / [w] Amar Haikal, Bintang Panglima / Indonesia / 2023 / Fiction / 12:24 //

Tengah malam, seorang pemuda yang sedang gundah mencari pelepasan di sebuah bengkel sepeda motor yang bising. //

[ig] @podium.pictures

 

BLUE POETRY | [d][w] Muhammad Heri Fadli / Indonesia / 2023 / Fiction / 18:28 //

Berkisah tentang seorang nelayan yang bekerja keras menangkap ikan di laut.  Ia sering makan ikan yang mengandung plastik yang membuat tubuhnya berubah.

 

BURNING BLUE | [d] Ezra Cecio / [w] Ezra Cecio, Garry Christian / Indonesia / 2023 / Fiction / 13:58 //

Gita, seorang remaja putus asa yang dipaksa menjadi pemain bulu tangkis oleh ayahnya yang otoriter, menemukan jalan keluar melalui permintaan aneh yang diajukan kepada pacarnya. //

[ig] @agterplaasproduction

 

HOW DOES IT SOUND? | [d][w] Medy Mahasena / Indonesia / 2023 / Fiction / 13:45 //

Arya adalah seorang komposer yang ingin membuat skor musik untuk film karya Edy namun trauma bom Bali menghambatnya berkarya. //

[ig] @satufrekuensi.films

 

I SAW A GHOST, AND IT WAS BEAUTIFUL | [d][w] Bobby Fernando / Indonesia / 2022 / Animation / 09:06 //

Seorang agen properti yang jenuh dengan pekerjaannya berubah menjadi konfrontasi nyata yang menyelubungi kebenaran di balik kliennya yang hilang.  //

[ig] @odnanrefybbob

 

IYA IYA IYA IYA | [d] Winner Wijaya / [w] Winner Wijaya, Rayner Wijaya, Adit MKM / Indonesia / 2023 / Fiction / 17:32 //

Mariana dan Callista mengobrol tentang kehidupan cinta mereka. //

[ig] @horebesoklibur

 

MEMORI DIA | [d][w] Asarela Orchidia Dewi / Indonesia / 2022 / Fiction / 19:00 //

Saat mengingat kembali kenangan yang terlupa cukup lama, Azka menemukan rasa sakit yang belum selesai dan tidak pernah mereka ketahui keberadaannya. //

 [ig] @qunfilms @asarela.dewi @chloeclau //

Awards/Screenings: Won Jury Award, Divine Queer Film Festival 2023 – Italy | Screened at Asian Perspective – Short Compilation Jogja Netpac Asian Film Festival, 2022 – Indonesia

 

REMEMBERING THE SERENADE | [d] Muhammad Exsell Rabbani / [w] Muhammad Exsell Rabbani, Agnes Monica Hernadi, Ernest Lesmana // Indonesia / 2022 / Fiction / 18:23 //

Seorang wanita paruh baya yang kesepian memutuskan apakah akan berkencan dengan mantan pacarnya atau merawat ibunya yang terkena Alzheimer. //

[ig] @serojafilm

 

SENANDUNG SENYAP (A SONOROUS MELODY) | [d] Riani Singgih / Indonesia / 2022 / Documentary / 24:26 //

Tumbuh besar dalam tuli, Mufi mengukir karir musiknya untuk menginspirasi orang lain untuk mengekspresikan diri mereka melalui bahasa isyarat.  //

[ig] @inteamates.id @storiesofus Team @jejakria @annisaadjam @trezola //

Awards/Screenings: Selected Project Yamagata Doc Dojo 2021 | Selected Project IF/Then Southeast Asia Doc Lab 2020.

 

Minikino Film Week (MFW9) - Bali International Short Film Festival, berlangsung dari tanggal 15 hingga 23 September 2023 mendatang di Bali. MFW9 tahun ini akan diadakan dalam format hybrid, menggabungkan komponen fisik dan virtual. Semua pemutaran film dan diskusi akan dilakukan secara langsung, sementara sejumlah forum dalam Short Film Market akan diadakan secara daring, guna memperluas akses kepada khalayak yang lebih luas dan mengakomodasi para pembuat film dan pembicara yang tidak dapat hadir secara langsung.

Edo Wulia, Direktur Festival MFW9, menyatakan optimisme terhadap edisi tahun ini, dengan mengatakan, "MFW tahun ini lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya saat pandemi Covid-19. Akibatnya, kami melihat peningkatan partisipasi dari pemangku kepentingan industri film pendek, termasuk pelaku lokal, nasional, dan internasional."

Penggelaran MFW9 yang sukses terwujud berkat dukungan yang besar dari berbagai pihak. Festival tahun ini mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2023. Selain itu, organisasi dan entitas swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri, turut berkontribusi dalam mewujudkan festival ini. Di antaranya adalah PT Kino Media Nusantara (Minikino Studio), The Raoul Wallenberg Institute of Human Rights and Humanitarian Law Regional Asia Pasifik, Lumix Indonesia, Grab, Rangkai, dan berbagai kerjasama dengan berbagai media, festival film internasional, universitas, tempat penyelenggaraan, perusahaan, dan komunitas lokal di Bali.

Dari 1.111 film pendek yang masuk melalui platform online Short Film Depot dan Filmfreeway, sebanyak 187 film, termasuk produksi Indonesia, telah terpilih untuk diputar. Selain itu, kolaborasi nasional dan internasional Minikino telah menyusun program film pendek tamu dan film-film untuk segmen Market Screening. Tahun ini, MFW9 akan menampilkan total lebih dari 275 film pendek, berasal dari Indonesia maupun negara-negara asing, mewakili 69 negara yang berbeda. Film-film ini akan diputar selama 9 hari penuh, di 13 lokasi berbeda yang tersebar di seluruh pulau Bali.

Berbagai Program di Minikino Film Week 9

Program film pendek dalam MFW9 mencakup beragam jenis program, termasuk 33 program internasional, 3 Program Inclusive Cinema, 6 program S-Express 2023 Asia Tenggara, 6 program Indonesia Raja 2023, 4 VR Films, 5 Program Tamu, 7 Market Screening, 1 program Pool Cinema, dan Begadang 2023 Official Selection. Setiap film dalam program ini disertai dengan panduan rekomendasi batas usia dan dilengkapi dengan takarir dalam bahasa Indonesia. Penting juga dicatat bahwa beberapa program film akan didampingi oleh relawan profesional sebagai active listener dari Ikatan Psikologi Klinis HIMPSI Wilayah Bali.

Fransiska Prihadi, Direktur Program MFW9, mengungkapkan, "Meskipun MFW9 sudah memberikan panduan rekomendasi batas usia, kita tidak pernah sepenuhnya tahu kondisi psikologis para penonton. Di beberapa film yang memiliki konten eksplisit seperti trauma, kehadiran profesional sebagai active listener diperlukan untuk memberikan ruang aman. Sehingga kita semua bisa menikmati film, berdiskusi, dan berpikir kritis dalam ekosistem yang sehat."

Dengan berbagai program yang menarik dan perhatian terhadap kesejahteraan psikologis penonton, MFW9 berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan bermakna dalam mengeksplorasi dunia film pendek internasional dan Indonesia.

MFW9 Inclusive Programs kembali menjadi bagian integral dalam upaya mewujudkan festival yang inklusif. Program ini mencakup serangkaian pemutaran film dan lokakarya yang ditujukan untuk semua penonton, dengan perhatian khusus pada penyandang disabilitas. Setiap film dalam program ini dilengkapi dengan Closed Caption (CC)/Subtitles for the Deaf and Hard-of-Hearing (SDH) dalam Bahasa Indonesia, yang merupakan jenis subtitle yang memfasilitasi penonton yang tuli atau kurang pendengaran. Selain itu, program ini juga menyertakan Audio Description (AD) dalam Bahasa Indonesia, yang disisipkan ke dalam film untuk penonton dengan disabilitas netra. Yang membuat tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah program AD sepenuhnya diisi oleh relawan penyandang disabilitas netra yang berasal dari Bali.

Edo Wulia berharap bahwa partisipasi penyandang disabilitas netra dalam produksi AD bersama Minikino Studio ini akan membuka peluang baru bagi komunitas tersebut. "Kami berusaha untuk memperkenalkan AD ke dalam ekosistem festival di Indonesia, dan semoga hal ini menjadi tren positif serta membuka peluang baru bagi pengisi suara tunanetra," ungkap Edo Wulia. Hal ini sejalan dengan semakin kuatnya gerakan inklusif dan peningkatan kesadaran akan pentingnya aksesibilitas yang semakin ditekankan.

Yang Baru di Minikino Film Week 9

Salah satu inisiatif baru yang diperkenalkan adalah MFW9 Market Screenings, yang bertujuan untuk menyediakan platform pertukaran film pendek bagi berbagai instansi perfilman internasional. Berbeda dengan program pemutaran film biasa, Market Screening dikelola langsung oleh instansi yang terlibat, dengan MFW9 berperan sebagai fasilitator. Beberapa instansi yang ikut serta dalam program ini meliputi SAE Media Academy (Indonesia), Doha Film Institute (Qatar), Institut Seni Indonesia Denpasar (Indonesia), Universitas Pelita Harapan (Indonesia), Universitas Multimedia Nusantara (Indonesia), Rangkai (Indonesia), dan Festival Film Purbalingga (Indonesia).

Market Screening merupakan bagian integral dari Short Film Market MFW9, yang bertujuan membangun jembatan antara profesional di tingkat nasional dan internasional. Program ini juga mendorong pertemuan dan pertukaran langsung, membuka lebih banyak peluang untuk terlibat dalam industri film. "Pusat perhatian dari wadah ini adalah pertukaran nilai budaya, modal sosial, dan pameran bagi para pemangku kepentingan dalam dunia perfilman," jelas Edo Wulia.

Selain itu, festival ini juga akan menampilkan program film pendek dari jaringan regional Asia Tenggara melalui S-Express 2023 Networks dan regional Indonesia melalui jaringan programer Indonesia Raja 2023. Tidak hanya itu, MFW9 juga akan mempersembahkan program film pendek dari kolaborator festival internasional seperti Alcine Film Festival (Spanyol), Kaohsiung Film Festival (Taiwan), Toronto Reel Asian (Kanada), Image Forum Festival (Jepang), dan Show Me Short Film Festival (Selandia Baru).

MFW melibatkan Micro Cinema, Community Screening, dan Pop-Up Cinema di sejumlah lokasi Bali. Ini memberi penduduk lokal akses dan pengalaman eksklusif, sementara pengunjung yang ingin merasakan Bali lebih dekat juga dapat menikmatinya. Ini menciptakan kesempatan unik untuk menggali budaya dan seni di Bali.

Lokasi Pemutaran MFW9  pada 15 – 23 September 2023