Serai. Sekilas, tanaman ini mungkin memang hanya terlihat seperti rerumputan biasa. Namun kita semua pasti familier dengan nikmatnya citarasa yang ditimbulkan saat herbal ini ditambahkan ke hidangan kita. Tidak berhenti disitu, konsumsi serai tidak hanya memanjakan indera perasa dan penciuman Anda. Dalam serai terdapat berbagai kandungan bioaktif seperti antioksidan, flavonoid, dan senyawa fenol yang memberi segudang manfaat serai untuk tubuh yang harus Anda ketahui.
Dengan semakin bertambahnya konsumsi pangan olahan serta gaya hidup sibuk dan bertempo cepat, tubuh semakin terpapar dengan zat-zat asing yang tidak ramah. Ditambah lagi polusi yang sudah menjadi ‘makanan’ tubuh kita sehari-hari. Serai membantu membersihkan tubuh dari zat sisa yang bersifat toksin karena memiliki sifat diuretik (memicu produksi urin). Ini tentunya membantu kerja ginjal dan hati Anda sekaligus menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain itu, serai juga merangsang sistem pencernaan dan peredaran darah Anda sehingga zat sisa yang menumpuk dalam tubuh Anda dapat dibuang dengan lebih mudah.
Serai mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki sifat antibakterial. Artinya, aplikasi serai pada kulit dapat mencegah infeksi kulit dan mengurangi masalah kulit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya selulitis. Selain itu, serai juga bersifat anti-jamur sehingga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur. Serai mampu mengencangkan kulit, mengecilkan pori-pori, dan mengurangi produksi minyak berlebihan dari kulit, sehingga sangat cocok untuk Anda yang ingin menjaga kecantikan. Anda dapat memperoleh manfaat serai untuk kulit dengan mencampurkan irisan serai ke dalam minyak zaitun lalu dipanaskan selama lima menit dan didinginkan sebelum dioleskan ke kulit.
Serai memiliki efek sedatif, dalam artian serai dapat menenangkan dan meredakan sakit kepala yang disebabkan oleh stres. Konsumsi serai diketahui dapat mengaktivasi produksi serotonin, zat kimia dari otak yang dapat memberi efek anti-depresi dan memperbaiki mood. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi serai dapat menenangkan aktivitas otak berlebih dan memperbaiki tidur sehingga sangat cocok untuk mengatasi stres. Konsumsi teh dengan campuran serai merupakan cara yang dianjurkan untuk mendapatkan manfaat ini.
Serai diketahui memiliki aktivitas anti-diabetes dengan menghambat kerja enzim beta-glukosidase yang berfungsi untuk melepaskan glukosa (gula) ke dalam darah. Dengan begitu, konsumsi serai dapat meningkatkan metabolisme karbohidrat sehingga gula darah pun akan terserap ke dalam sel dan tidak menumpuk di plasma darah. Selain itu, konsumsi serai juga dapat meningkatkan sekresi insulin yang membantu menjaga kadar gula darah serta menghambat kerja glukagon yang melepaskan gula ke dalam darah, sehingga berpotensi menurunkan resiko diabetes khususnya untuk kaum pre-diabetes.
Kata ‘radikal bebas’ sepertinya merupakan kata yang sangat dikhawatirkan banyak orang pada jaman modern ini. Mengapa demikian? Sebenarnya radikal bebas merupakan senyawa yang sangat alami, tubuh kita bahkan memproduksi radikal bebas dari beberapa proses metabolisme sebagai mekanisme pertahanan. Yang berbahaya adalah jika jumlah radikal bebas ini tidak dapat ditangani oleh tubuh kita, yang juga dikenal dengan keadaan ‘stres oksidatif’. Kelebihan radikal bebas, jika dibiarkan berlambat laun, dapat memicu mutasi sel kita dan mengakibatkan pertumbuhan sel tidak normal, atau tumor dan kanker, dan berbagai penyakit lain.
Kabar baiknya, serai telah menunjukkan sifat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. Kandungan dalam serai yang berjasa untuk memberikan efek antioksidan ini adalah tannin dan flavonoid. Serai juga mendukung aktivitas enzim dalam tubuh kita yang bertugas melawan radikal bebas. Baik daun maupun batang serai telah menunjukkan aktivitas antioksidan ini. Untuk efek yang lebih maksimal, konsumsi serai sebagai campuran dalam teh herbal dengan rempah lain seperti kunyit atau cengkeh.
Manfaat serai untuk kesehatan eksternal maupun internal, fisik maupun psikologis tidak perlu Anda ragukan lagi. Selamat mengkonsumsi serai!
Serai merupakan tanaman rerumputan yang tidak asing lagi, khususnya dalam berbagai hidangan di Asia. Aroma lemon-nya yang khas dan segar menjadikannya tanaman herbal yang menambahkan cita rasa istimewa pada berbagai masakan. Serai telah dikenal selama lebih dari 2000 tahun terutama karena luasnya pemanfaatan yang ditawarkan. Iklim dan kondisi tanah Indonesia pun sebenarnya sangat cocok untuk pertumbuhan serai. Mari kita telusuri lebih lanjut asal-usul serta cara mudah budidaya serai!
Serai memiliki nama Latin Cymbopogon yang berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘kymbe’ (perahu) dan ‘pogon’ (janggut). Kedua kata ini dipilih karena bentuk panjang dan melengkung yang dimiliki oleh daun serai. Serai telah lama digunakan oleh suku Quilombolas di Brazil untuk menurunkan tekanan darah dan memberikan rasa tenang. Di India, tempat pertama kali serai dipercaya tumbuh, manfaat utama serai adalah sebagai tanaman obat untuk meredakan demam. Hingga saat ini, serai dibudidayakan secara luas terutama di Asia dan Amerika Latin karena segudang manfaatnya baik untuk industri pangan maupun non-pangan.
Iklim di Indonesia yang tropis dan hangat sudah cocok untuk pertumbuhan serai, sehingga yang diperlukan hanyalah teknik budidaya yang benar. Serai harus dibudidayakan di tempat yang terlindungi, namun masih mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya adalah tanah yang kaya dan subur. Anda perlu menambahkan banyak zat organik baik dari kompos, daun, jerami, dan pupuk kandang sebelum mulai menanam serai.
Setelah tanah siap, mulailah dengan menabur biji serai di dalam pot atau wadah, kemudian pindahkan ke kebun setelah mulai tumbuh. Kubur biji dengan tidak terlalu dalam dan pastikan tanah lembab, tapi tidak terlalu basah. Biji akan mulai berkecambah setelah 5-15 hari. Ketika sudah dipindahkan ke kebun, hindari serangan dari siput.
Tanaman serai jarang berbunga, karena itu cara lain untuk membudidayakan serai adalah dengan mencangkok dari tanaman serai yang sudah dewasa di bagian akar ataupun batangnya. Seperti cara dengan biji serai, lakukan dengan tanah yang lembab di tempat yang hangat dan tertutup, dan Anda dapat melihat akar baru setelah 2 sampai 3 minggu. Siram tanaman dengan baik karena serai membutuhkan banyak air, terutama di masa awal pertumbuhan. Selain itu, pupuk juga sebaiknya ditambahkan setiap bulan. Jangan lupa memotong dedaunan jika sudah mulai bertumbuh banyak agar terlihat lebih rapi dan asri.
Daun serai yang sudah tumbuh baik dapat dipanen dan digunakan sesuai keinginan Anda. Setelah panen dapat disimpan di kulkas selama 2 minggu dengan membungkusnya dalam plastik terlebih dahulu. Daun ini sangat berharga di industri karena mengandung minyak atsiri yang diaplikasikan dalam industri makanan, minuman, wewangian, produk rumah tangga, produk kebersihan, farmasi, dan bahkan tembakau. Di rumah tangga, serai dapat Anda gunakan sebagai bumbu masak ataupun untuk membuat teh herbal yang menyehatkan dan baik diminum saat demam atau kembung.
Serai juga merupakan pilihan yang sangat baik untuk memastikan rumah Anda bebas nyamuk dan serangga lainnya. Selain itu, aroma khas dari serai juga membantu memberi efek tenang dan anti-depresi karena kandungan sitral tinggi yang dimilikinya.
Tanaman serai merupakan tanaman asli wilayah tropis sehingga pertumbuhannya di Indonesia sangat mudah dan menjanjikan. Setelah dipanen, serai dapat Anda manfaatkan untuk kesehatan Anda dan keluarga, maupun dibudidayakan dalam skala yang lebih besar untuk bisnis. Pastikan Anda memperhatikan tips budidaya serai yang telah dibagikan untuk memastikan pertumbuhan serai yang maksimal!
Nama cendawan trichoderma pertama kali saya dengar saat mendokumentasikan wawancara RRI Denpasar dengan pak Wayan Sulendera, seorang praktisi pertanian asal Kabupaten Klungkung, di kantor Dinas Pertanian Provinsi Bali. Saya berkesempatan mencuri dengar bahwa cendawan trichoderma merupakan agen pengendali hayati yang efektif untuk mencegah penyakit layu pada pisang dan juga pada tananaman jagung atau cabe, yang disebabkan oleh cendawan fusarium.
Setelah sesi wawancara selesai, saya kemudian ngobrol sebentar dengan pak Wayan dan menggaris bawahi pertanyaan saya pada kata mencegah. Dalam hal ini ternyata kata kuncinya adalah mencegah penyakit layu, karena jika tanaman sudah menampakan gejala terkena penyakit tersebut, pengobatannya terbaik hanyalah melakukan eliminasi terhadap tanaman yang sudah terinfeksi fusarium, membakarnya dan mengganti dengan tanaman baru yang sehat, kemudian melakukan perlakuan sejak pengolahan tanah dengan melibatkan agen pengendali hayati cendawan trichoderma.
Di lingkungan desa tempat tinggal saya, penyakit layu ini sering disebut ‘virus pisang’, atau ‘penyalit jamur’. Tindakan yang dilakukan petani saat pisanganya mengalami penyakit layu sudah benar, dengan eliminasi. Namun ketika mengganti dengan tanaman baru, tidak ada perlakuan yang sifatnya usaha untuk mencegah ‘virus pisang’ kembali menjangkiti. Beberapa petani yang menyebut ini penyakit jamur atau cendawan, kadang melakukan penyemprotan pada tanaman yang masih dianggap sehat dengan fungisida sisa dari sawah. Kalau tidak ada sisa, ya sudah pasrah saja.
Dulu sekali, ayah saya pernah menanam cabe dimana buah cabe selalu rontok sebelum tua atau berwarna merah dan pucuk-pucuk pohon cabe ada yang layu atau patah, mungkin ini termasuk penyakit akibat cendawan fusarium atau sejenisnya. Akhirnya kami hanya memasak dengan cabai yang masih muda. Masih cukup pedas, tapi tentau saja betapa bahagianya seorang petani jika tanamannya sehat walafiat dan menghasilkan buah cantik memerah dan tentu saja layak untuk dijual. Waktu itu, ditawarkan melakukan penyemprotan dengan obat-obatan kimia, namun ayah saya menolak dengan alasan takut jika disemprot nanti malah berimbas pada ayam peliharaan kami yang kadang suka menyelinap dan makan cabe-cabe itu.
Ketika saya menemukan sedikit lahan yang bisa ditanami sekitar 20 – 30 batang pisang dan rencananya tumpang sari dengan cabe, ingin sekali melakukan perlakuan tanah sejak awal menggunakan trichoderma. Teringatlah saya pada cerita pak Wayan, bahwa kita bisa menangkap cendawan baik ini di bawah pohon bambu dengan umpan nasi kemari. Mulailah saya mengeksplor dunia maya dan mencari panduan praktis menangkap biang cendawan trichoderma.
Ada banyak panduan cara mendapatkan biang trichoderma F0 di internet, baik blog maupun berupa vlog. Berhubung kuata internet saya terbatas, saya baca saja berbagai artikel dan membandingkan setiap teknik yang dipresentasikan. Sayangnya kebanyakan tidak memberikan gambar panduan. Mungkin agar ringan dibuka oleh pengguna dengan jaringan internet kurang mumpuni seperti saya, sehingga blognya tidak menampilkan gambar.
Rumpun bambu disebut-sebut adalah habitat yang paling baik bagi trichoderma untuk berkembang. Beruntung, di ujung lahan milik keluarga kami ada serumpun bambu tali, sehingga tidak pusing lagi harus pergi ke kebun orang lain, yang biasanya rumpun bambu ditanam di pinggir sungai sebagai penahan erosi saat musim hujan.
Saya menggunakan dua teknik sekaligus dalam menangkap cendawan trichoderma. Pertama menggunakan bambu yang di belah dan cara kedua adalah improvisasi menggunakan plastik. Kenapa harus dua? Ya, karena ini usaha saya pertama kali dalam mendapatkan cendawan ini, sekalian saja saya lakukan lebih dari satu cara. Kalau semuanya berhasil, untunglah bagi saya akan punya beberapa paket trichoderma F0.
Bahan-bahan
Saya ceritakan dulu teknik menggunakan plastik. Saya menggunakan plastik ukuran satu kilogram. Plastik saya lubangi dengan menusukkan pisau di dua sisi, kemudian saya memasukan beberapa helai daun bambu yang sudah kering. Selanjutnya saya masukkan beberapa sendok makan nasi, kemudian yang terakhir plastik saya ikat bagian atasnya. Setelah siap, kemudian saya kubur dalam tanah, di sela-sela akar bambu.

Untuk teknik yang menggunakan bambu, langkah pertama adalah menyiapkan bambunya. Ruas bambu yang telah dipotong dibelah dua. Buat satu lubang kecil pada tiap sisinya, kemudian bersihkan dengan air dan keringkan. Setelah bambu kering, masukkan nasi di satu belahan bambu dengan dialasi daun bambu kering. Kemudian satukan kedua belahan bambu dan ikat dengan erat.
Setelah siap, mari ambil cangkul dan berangkat ke bawah rumpun bambu. Saya melakukannya pada pagi hari saat matahari baru saja terbit dan saya menemukan tanah masih basah sisa hujan tadi malam. Daun-daun bambu masih basah dan di mana-mana ada laba-laba yang siap dengan bentangan jaringnya sedang menunggu mangsa. Untung tidak ada yang menggigit dan memaksa saya menjadi spider man.
Saya membuat satu galian memanjang seukuran ruas bambu dengan kedalaman sekitar 10 centimeter, yang saya rasa sudah cukup untuk menguburnya di bawah permukaan tanah. Sebenarnya saya memiliki dua versi perangkap bambu ini, dimana versi kedua saya kubur di bawah tumpukan daun bambu.
Dalam beberapa petunjuk menangkap trichoderma, durasi yang disarankan adalah 5 – 7 hari untuk bisa memanen. Saya sebenarnya sudah gatal sejak hari ketiga ingin sekali melihat perkembangannya, tapi ternyata tidak bisa begitu terburu nafsu. Kita mesti sabar mengikuti siklus alam. Sama dengan membuat bakteri fotosintesis atau pupuk cair dengan nasi basi, kita butuh menunggu hingga beberapa hari agar nasi ditumbuhi jamur berwarna kuning, baru kemudian bisa dibiakkan dan butuh waktu fermentasi lagi hingga dia siap untuk digunakan.
Nah, silahkan lihat gambar berikut ini, bagaimana hasil panen trichoderma saya menggunakan dua ruas bambu dengan teknik mengubur yang berbeda.

Ini bambu yang saya kubur dalam tanah. Kemungkinan karena terlalu lembab akibat hujan semalaman, nasi jadi basah dan basi. Tidak ada cendawan trichoderma yang tumbuh.

Ini bambu yang saya kubur di bawah tumpukan daun bambu kering. Ada cendawan trichoderma yang tumbuh. Syukurlah.
Setelah memiliki trichoderma versi F0, maka kita siap untuk mengembangkan versi F1 agar stok yang kita punya cukup banyak. Saya berencana mengembangkan trichoderma versi padat dengan media beras dan jagung, serta membuat versi cair dengan media air, baru kemudian diaplikasikan ke lahan. Semoga penyakit layu pada pisang dan cabe dan tanaman lain bisa dicegah. Salam anti layu!
Bakteri Fotosintesis, begitu postingan tentangnya melintas di wall facebook, saya langsung teringat pelajaran biologi waktu SMP. Fotosintesis berkaitan dengan klorofil, daun, pohon dan matahari. Namun ketika dia dirangkai dengan kata bakteri, menjadi pertanyaan besar buat saya. Apa gerangan Bakteri Fotosintesis ini?
Postingan seseorang yang dibagikan oleh rekan Made Saja di Buleleng, saya tidak sanggup scrolling untuk menemukan lagi postingan itu ketika menulis tentang bakteri fotosintesis ini, ingin sebenarnya saya menyebut nama beliau seseorang itu. Dalam postingan tersebut diberi catatan adalah hasil terjemahan bebas dari youtube dan teknik yang dibagikan itu adalah rangkuman dari sebuah video seorang petania di Thailand.
Ngomong-ngomong Thailand, Negeri Gajah Putih dengan Ibu Kota Bangkok ini sangat melekat dengan keunggulan pengembangan pertaniannya, yang sangat didukung oleh otoritas kerajaan di sana. Jaman saya kecil, jambu berbuah besar disebut jambu bangkok, entah memang bibitnya diimpor dari bangkok atau karena apa. Termasuk ayam yang lebih besar ukurannya dari ayam kampung, juga disebut ayam bangkok hingga sekarang dengan istilah ayam BK alias bangkok. Maka dari itu, sebelum benar-benar mengenal geografi Asia Tenggara, kata bangkok saya asosiasikan dengan sesuatu yang besar atau tinggi.
Ketika ada yang membagikan cara mengembangkan bakteri fotosintesis, saya jadi ingin tau, bakteri apa sih beliau ini? Saya luangkan waktu untuk browsing beberapa menit sambil menulis artikel ini, di antara suara hujan yang selalu datang setiap siang hari dalam empat hari terakhir, padahal petani sawah di dekat rumah sedang memanen padi musim pertama tahun ini.
Bakteri ini juga disebut purple bakteria atau purple fotosintesis bakteria di wikipedia. Sebutan purple mungkin karena memang warnanya di antara merah, coklat dan oranye. Penjelasan lainnya penuh dengan istilah dunia mikro biologi, bingunglah saya. Sepintas saya simpulkan, bakteri ini bekerja seperti pada proses fotosintesa pada daun, yang memproduksi atau mengolah makanan bagi tanaman hingga dia bisa tumbuh. Disebutkan juga ada saran dari sebuah riset untuk penggunaan purple bakteria ini sebagai biorefineriy. Siapa tau kita tiba-tiba bisa bikin biodisel.
Bakteri Fotosintesis masuk dalam kategori efektif mikroorganisme yang sangat baik digunakan dalam dunia pertanian. Pemanfaatannya banyak pada lahan sayuran, padi, tanaman bunga dan tanaman buah. Penggunaannya dapat dengan dikocor langsung di lahan pertanian atau dilakukan teknik penyemprotan pada daun dan batang tanaman.
Sesuai namanya fotosintesis, bakteri ini bekerja saat matahari terang dan akan memproduksi gula yang akan dilepas dan dimanfaatkan oleh tanaman dan mikroorganisme disekitarnya sesuai kebutuhan. Keberadaannya dikatakan sangat efektif menurunkan penggunaan pupuk kimia, sehingga akan dapat menjag dari penurunan kualitas tanah, karena mampu mereduksi sisa-sisa penggunaan bahan kimia pada tanaman.
Saya begitu tertarik melakukan percobaan membuat bakteri fotosintesis ini, karena modalnya sangat kecil. Untuk membuat lima liter larutan, hanya membutuhkan modal dua ribu rupiah untuk membeli bahan yang memang harus di beli.

Alat dan Bahan
Cara membuat
Siapkan mangkok, masukkan telor, jangan lupa buang kulitnya. Saya anggap kalian sudah tau cara mengeluarkan isi telur dari dalam kulitnya, sehingga tidak perlu lagi membuat tutorial cara mengupas telur mentah.
Tuangkan micin ke atas telor yang sudah di dalam mangkuk, kemudian aduk hingga merata. Saya mengaduknya hingga butiran-butiran micin tidak terlihat lagi. Saya tidak perlu mengocok telor hingga mengembang, karena ini bukan cara membuat kue bolu.
Isi botol yang sudah bersih dengan air bersih, tak perlu minta bantu mbak Asih, isi sendiri saja. Sisakan ruang kosong sekitar satu centimeter di bawah leher botol, tidak perlu pakai penggaris, cukup kira-kira saja, ini bukan pelajaran ilmu ukur.
Langkah selanjutnya, masukkan campuran telur vs micin ke dalam botol yang sudah isi air. Saya menggunakan takaran; 1 liter air diisi 2 sendok makan campuran telur vs micin, lalu jungkir balikan botol agar tercampur rata, ingat bolotnya ditutup dulu dengan rapat agar tidak terjadi kekacauan.
Setelah semua botol terisi, letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Ingat untuk memeriksa tekanan botol dengan melonggarkan tutup botol. Langkah terberat adalah menunggu 15 – 30 hari hingga cairan putih di dalam botol berubah menjadi purple, karena ini adalah purple bakteria. Kesabaran dibutuhkan pada tahap ini, karena kita hanya berusaha dan alam yang akan berproses memberikan manfaat terbaik.
Buah atau apapun itu, akan dianggp aneh atau unik ketika baru pertama kami ditemukan, dilihat atau dicoba. Orang kota bahkan bisa histeris melihat pohon pepaya karena selama ini hanya tau buah pepaya metiknya di supermarket. Atau ada yang dengan polosnya mengatakan; "oh, jadi ini pohon beras?" ketika pertama kali melihat hamparan sawah dengan padi yang sedang menguning.
Buah merupakan salah satu produk alam yang menyehatkan. Buah umumnya mengandung sejumlah gizi serta protein yang bagus bagi tubuh manusia. Buah-buahan memiliki warna serta bentuk yang berbeda tergantung dari jenis buah tersebut.
Di dunia ini ada beberapa jenis buah yang dianggap aneh serta unik karena memiliki bentuk yang dianggap tidak biasa. Berikut ini merupakan 5 buah paling aneh dan unik yang dirangkum dari seluruh belahan dunia.

Buah dengan bentuk aneh yang pertama adalah Buddha’s Hand. Jenis buah ini diberi nama Budha karena memiliki bentuk yang mirip seperti jari-jari tangan manusia. Buah yang berasal dari tanah Asia ini memiliki kulit yang cukup tebal dengan sedikit daging di dalamnya.
Buddha’s Hand memiliki bau jeruk yang sangat kuat. Di China banyak orang yang memanfaatkannya sebagai buah pengharum ruangan. Sementara orang Barat sering menggunakannya sebagai bahan masakan dan dianggap sebagai buah yang berharga.
![]()
Buah durian, khas dengan aroma dan duir pada kulit buahnya. Nama durian tidak ada padanannya di dalam bahasa manapun yang menambah keunikannya. Kalau pisan, dalam bahasa-bahasa di dunia sampai bahasa daerah pasti ada nama tersendiri.
Indonesia menjadi pusat Durian dunia, yang tersebar terutama di pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan; tentu saja termasuk pulau-pulau lain seperti juga Bali dengan beberapa daerah yang memiliki durian terkenal, seperti duren Bestala, Durian Ki Raja Madenan. Banyak jenis durian yang dianggap lokal, ada juga yang yang dianggap nasional, mungkin durian hasil persilangan atau rekayasa genetika.

Kiwano yang juga dikenal sebagai Horned Melon merupakan buah asli dari Afrika. Buah ini juga dapat ditemukan di Chili, Australia, California dan Selandia Baru. Kiwano banyak digunakan sebagai buah dekorasi pada hidangan.
Buah kiwano memiliki duri pada bagian luarnya dan bagian dalam buah seperti jeli dengan warna hijau dan berair. Kiwano sering disebut-sebut sebagai buah perpaduan antara timun, pisang dan jeruk.

Beruntung bagi anda yang tinggal di Indonesia, karena ada banyak jenis buah yang dianggap aneh dan unik bisa ditemukan disini. Salah satunya adalah rambutan. Bagi orang asing, banyak yang menganggap rambutan sebagai buah aneh karena memiliki bentuk yang bulat dengan bulu-bulu panjang di luarnya.
Terlepas dari bentuk anehnya, rambutan memiliki rasa yang manis dan segar sehingga banyak orang akan jatuh hati setelah memakannya. Rambutan juga kaya akan vitamin serta gizi yang baik bagi kesehatan. Bukan hanya rambutan, ada pula buah durian serta buah naga yang dianggap aneh dan unik di luar negeri.

Buah unik yang selanjutnya adalah wood apple, yang di Jembrana - Bali disebut buah Kuista. Jenis buah ini juga dapat ditemui di daratan India dan Srilanka. Apel kayu memiliki struktur kilit buah yang keras sekeras kayu. Buah ini memiliki warna yang berbeda dari jenis apel kebanyakan mulai dari kuning, hijau hingga abu-abu.
Di India wood apple banyak digunakan sebagai pengobatan alternatif dalam dunia kesehatan, dan merupakan jenis pohon yang dijaga dan dirawat karena dianggap sebagai pohon suci oleh umat Hindu. Di Jembrana - Bali, pohon ini belum banyak diperhatikan dan dibudidayakan, hanya tumbuh dan dibiarkan begitu saja selama tidak mengganggu tanaman lain.
Buah-buahan merupakan salah satu jenis makanan yang banyak digemari karena umumnya memiliki rasa yang enak dan manis. Meski demikian tidak semua jenis buah-buahan dapat dimakan secara sembarangan karena ada juga yang mengganggu kesehatan bahkan mematikan, misalnya makan durian satu truk sendirian.
Jika berbicara tentang pertanian sayur, barang tentu akan membayangkan daerah pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota. Namun, apakah itu artinya tidak ada kemungkinan untuk menanam sayur di daerah perkotaan? Jawabannya kemudian ada dalam konsep urban farming. Sesuai dengan namanya, urban farming merupakan sebuah alternatif untuk dapat bertani di perkotaan.
Eko Martono adalah salah satu petani yang telah menjalankan konsep tersebut. Bersama istrinya, saat ini ia mengelola sebidang tanah seluas 20 are di Jalan Hang Tuah, Sanur yang juga dikenal orang dengan nama “Uma Nini”. Berada ditengah perkotaan, lahan tersebut dulunya merupakan lahan ‘tidur’ dengan kondisi tanah yang tidak memungkinkan untuk ditanami.
“Saya pun menawarkan untuk mencoba menanam sayur di lahan ini. Awalnya jelas banyak yang meragukan dengan berbagai alasan. Pokoknya mengatakan tidak mungkin bisa. Struktur tanahnya saja pada waktu dikatakan tanah semen, karena keras sekali,” ujarnya.
Tapi, dengan pengalamannya, Eko meyakinkan bahwa kondisi tersebut bisa dikelola sampai memungkinkan untuk ditanami sayur. “Memang bakal capek diawal dulu. Saya dibantu beberapa mahasiswa dari Mataram butuh waktu sekitar tiga bulan sampai tanah tersebut siap ditanami,” lanjutnya.
Dalam mengolah tanah yang keras tersebut, Eko menggunakan campuran kompos, arang sekam, dan dolomit untuk dijadikan lapisan top soil. Fungsinya yakni untuk menetralkan keasaman tanah. Dengan demikian, tanah yang tadinya dikatakan telah ‘mati’ itu bisa kembali subur. Setelah itu, mulailah di Uma Nini menanam berbagai jenis sayur, seperti bayam, kangkung, hingga selada yang nyatanya semua bisa tumbuh dengan baik.
“Bukan hal yang mustahil untuk menjalankan urban farming di daerah Denpasar dan Badung. Coba deh cari dan data, ada berapa banyak lahan ‘tidur’ di daerah Denpasar saja. Sesempit apa pun lahannya, kenapa tidak coba saja ditanami sayur,” kata Eko.
Pada akhirnya, menurut Eko, konsep urban farming ini tentu dapat membawa keuntungan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Sebab kebutuhan masyarakat kota akan sayur sehat dan segar bisa semakin terjangkau. Bahkan jika urban farming ini dikelola dengan baik, maka dapat memberikan sensasi petik langsung dari kebun sebagaimana halnya yang dilakukan di tempat wisata petik buah.
“Malah bisa juga memberikan edukasi kepada pelanggan. Di Uma Nini sudah banyak juga pelanggan yang ikut menanam sendiri dan memelihara sayur sampai bisa dipanen,” imbuh Eko.
Dalam mengelola urban farming agar mendatangkan nilai ekonomis, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu kualitas, kontinu, dan kuantitas. Eko menyarankan, yang wajib diutamakan lebih dulu adalah kualitas dan kontinu. Menyusul kemudian, barulah kuantitas. Agar ketiga hal tersebut dapat berjalan dengan baik, diperlukan manajemen pengolahan lahan.
Secara garis besar, manajemen pengolahan lahan berfungsi untuk menghindari panen serentak yang berpotensi menyebabkan kerugian. Maka, Eko menyarankan untuk menggunakan sistem tanam berseri dan paralel. Dalam sistem tersebut, masing-masing komoditas ditanam secara berangsur sehingga memiliki waktu panen yang berbeda-beda.
“Contohnya, saya minggu ini saya menanam bayam dan kangkung masing-masing satu bedeng. Minggu berikutnya, baru saya tanam satu bedeng lagi dan begitu seterusnya sampai kira-kira ada 5-6 bedeng per komoditas. Nah, ketika sudah menanam di bedeng ke-lima, bedeng yang pertama tadi sudah bisa di panen. Jadi tiap minggunya bisa terus ada stok. Kira-kira seperti itu konsepnya. Jadi tidak langsung panen lalu habis sehingga mesti menunggu masa panen berikutnya,” terang Eko.
Berkaca pada pengalamannya di Uma Nini, Eko yakin konsep urban farming dapat dihidupkan di Denpasar dan Badung yang bernotabene daerah perkotaan. Segala persoalan bisa dicari solusinya, termasuk masalah sewa dan bagi hasil dengan pemilik lahan. “Ada hitungannya agar bisa tetap untung. Tapi sebenarnya simpel saja, kalau mau coba urban farming ‘kan tidak perlu lahan yang luas. Punya lahan kecil di pekarangan rumah juga bisa. Kalau banyak rumah yang menerapkan, ‘kan nilainya besar juga,” tandas Eko.
Bawang putih bisa dibilang salah satu bahan terpenting yang pasti ada di dapur Anda untuk memasak sehari-hari. Meskipun tidak sedikit orang yang tidak begitu menyukai flavornya yang kuat, berbagai hidangan yang kita nikmati tidak akan lengkap tanpa bumbu yang satu ini. Bawang putih bersama jenis-jenis bawang lain merupakan bagian dari kelompok sayuran bernama “allium”, yang dikenal karena kandungan senyawa bioaktif sulfurnya yang tinggi. Kandungan inilah yang memberikan bawang putih aroma yang tajam serta berbagai manfaat kesehatan. Bagaimana sejarah asal-usul bawang putih, dan bagaimana teknik budidayanya? Yuk, kenali bawang putih lebih lanjut!
Percaya tidak percaya, bawang putih adalah salah satu tanaman terkuno yang telah digunakan dalam peradaban manusia untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan. Bawang putih mulai digunakan di Mesir dan Yunani, juga di Roma, China, dan India. Lebih dari 5000 tahun yang lalu, bawang putih merupakan makanan wajib dalam pola makan budak Mesir karena dipercaya dapat meningkatkan produktivitas. Tentara dan atlet di Yunani kuno pun mengkonsumsi tanaman ini. Di Asia, kegunaan utama bawang putih pada awalnya adalah sebagai pengawet makanan. Setelah itu, manusia mulai semakin mengenal bawang putih sebagai pangan obat, di antaranya untuk masalah pencernaan, artritis, dan paru-paru. Sekarang, tentunya hampir semua dapur khususnya di Indonesia pasti menyimpan si kecil ajaib ini, meskipun terkadang kita menggunakannya tanpa menyadari berbagai manfaat yang dimilikinya untuk kesehatan. Membudidayakan bawang putih sendiri pun sebenarnya sangat sederhana. Selain hanya membutuhkan lahan yang kecil, bawang putih mudah tumbuh di musim apa saja dan mampu menangkal serangga di rumah Anda.
Bawang putih dapat tumbuh dari siung-siung tunggal yang dipecahkan dari umbinya. Ketika ditanam di tanah, siung tersebut dapat berkembang biak menjadi umbi yang baru. Untuk mulai menanam bawang putih, pilihlah tanah yang belum digunakan untuk tanaman lain yang serupa, seperti bawang putih itu sendiri ataupun bawang merah dan bawang bombay. Sebaiknya hindari juga lokasi dimana air mudah terkumpul untuk mencegah kebusukan dan penyakit.
Pastikan tanah yang Anda gunakan subur dan kering, dan bebas dari bebatuan sedalam 15 cm. Pupuki tanah Anda dengan kompos atau pupuk kandang dengan baik dengan kedalaman sedang. Kemudian, Anda siap menabur siung bawang putih Anda. Pisahkan masing-masing siung sejauh 10-15 cm dari satu sama lain dan tanam dengan posisi sisi lancipnya di atas. Doronglah siung 2-5 cm ke dalam tanah, kubur dengan baik, dan airi sedikit jika tanah terlalu kering.
Setelah Anda mulai melihat pertumbuhan daun, jangan lupa memberikan sedikit pupuk lagi. Jika Anda menemukan pertumbuhan bunga kecil, potonglah bunga-bunga tersebut untuk memastikan nutrisi yang diproduksi tanaman Anda terfokus pada umbi bawang putih saja. Setelah umbi mulai tumbuh, Anda tidak perlu mengairi tanaman lagi, karena umbinya akan lebih tahan lama jika dibiarkan dalam kondisi kering.
Bawang putih siap dipanen ketika daunnya mulai kecoklatan. Galilah umbi dari dalam tanah dengan hati-hati, lalu biarkan mengering selama 2-3 minggu di tempat tertutup dengan sirkulasi udara yang baik. Pastikan agar bawang putih tidak terkena air hujan. Anda dapat mengikat umbi bawang putih bersama lalu menggantungkannya di tempat yang sejuk dan berangin. Bawang putih siap digunakan di dapur Anda, dan Anda juga dapat menyimpan beberapa siung untuk ditanam kembali.
Bawang putih paling baik digunakan secara mentah untuk memaksimalkan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Jika Anda tidak menyukai rasa dari bawang mentah, Anda dapat mengatasinya dengan menambahkan bawang putih sesaat sebelum proses memasak selesai, karena proses pemanasan yang terlalu lama dapat merusak kandungan gizi dari bawang putih dan menghasilkan flavor pahit. Sebaiknya bawang putih tidak terekspos panas selama lebih dari 15 menit. Sama halnya jika Anda ingin mencampur bawang putih dengan minyak, ataupun memanggang bawang putih tersebut. Pastikan Anda memilih suhu yang serendah mungkin untuk mendapatkan kualitas bawang putih maksimal baik dari segi gizi maupun flavornya.
Bawang putih merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, pemanfaatannya pun beragam dan Anda dapat mengikuti berbagai tips di atas baik untuk menanam ataupun menambahkan bawang putih ke dalam masakan sehari-hari Anda. Selamat mencoba!
Serai merupakan tanaman herbal yang dibudidayakan secara luas di daerah tropis dan subtropis untuk diambil minyaknya. Pasar dari minya serai sangat besar karena begitu banyaknya aplikasinya di berbagai industri, seperti industri farmasi, kosmetik, kebersihan, dan pangan. Di Asia Pasifik, India dan China merupakan pemain unggul dalam pasar minyak serai. Di Indonesia, kegunaan serai kebanyakan masih sebagai bumbu masak, namun dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan luasnya manfaat minyak serai, khususnya untuk kesehatan dan aromaterapi, minyak serai berpotensi untuk digunakan dalam berbagai industri lain.
Minyak serai merupakan minyak dengan aroma yang menyerupai lemon karena tingginya kandungan senyawa sitral (~75%) dalam minyak. Wujud fisik dari minyak serai adalah minyak berwarna kuning atau jingga, kental, dengan aroma kuat berkarakteristik segar, grassy, lemon-like, dan herbal. Selain sitral, kandungan lain dalam minyak serai adalah sitronellol, geraniol, geranial, neral, dan sitronellal, yang bersinergi membentuk aroma khas dari serai yang sering dimanfaatkan dalam wewangian.
Untuk mendapatkan minyak serai, daun serai yang telah dipanen dilayukan, lalu didistilasi dengan uap sehingga didapatkan uap minyak serai yang nantinya dikondensasikan kembali ke wujud cair. Cara lain yang mulai banyak digunakan adalah ekstraksi dengan cairan superkritis. Metode ini dinilai lebih baik karena menghasilkan minyak serai dengan kualitas yang lebih stabil, karena metode ini tidak beroperasi pada suhu tinggi yang dapat merusak kualitas minyak. Minyak serai dapat digunakan secara utuh ataupun dipisahkan kembali bagian dominannya yaitu sitral. Sitral sendiri merupakan komponen penting dalam industri parfum, kosmetik, dan minuman.
Dalam industri pangan, minyak serai digunakan sebagai perisa minuman, makanan pencuci mulut, permen, gelatin, puding, bumbu instan, serta produk daging olahan. Minyak serai juga tidak menunjukkan efek mutagenik maupun toksik pada tubuh sehingga diklaim aman untuk digunakan.
Dalam industri kimia, sitral diambil dari minyak serai dengan cara fraksinasi dan digunakan sebagai bahan awal untuk mensintesis berbagai zat kimia, terutama vitamin A dan E, yang banyak digunakan dalam industri farmasi. Selain itu, minyak serai juga merupakan bahan dengan biaya rendah untuk deodoran, lilin, deterjen, dan insektisida dengan memanfaatkan sifat antibakterialnya. Aroma serai yang menenangkan juga membuatnya berguna dalam aromaterapi, sekaligus untuk melancarkan peredaran darah dan merenggangkan ketegangan otot. Dalam industri kecantikan, uap dari minyak serai juga digunakan untuk mengencangkan dan memperbaiki kulit berminyak.
Selain minyak, produk lain dari serai adalah oleoresin, yaitu campuran antara minyak dan resin dari tanaman serai yang diekstraksi menggunakan pelarut seperti campuran heksan dan aseton. Oleoresin ini dapat dilarutkan dalam minyak sayur dan aplikasinya lebih berfokus pada industri pangan.
Oleoresin serai memiliki karakteristik berupa cairan kental hijau tua dengan aroma yang sama dengan tanaman aslinya. Oleoresin ini banyak dimanfaatkan dalam produksi pangan olahan bercitarasa Asia di daerah dimana tanaman serai tidak mudah ditemukan, misalnya di belahan dunia bagian Barat. Dengan begitu, masyarakat Barat yang ingin menikmati makanan khas Asia tidak perlu kesulitan mencari tanaman serai untuk ditambahkan sebagai bumbu masak mereka. Oleoresin serai merupakan pilihan yang mudah dan praktis untuk menghasilkan cita rasa yang sama dengan tanaman serai dengan umur simpan yang lebih panjang juga.
Saat ini, pasar untuk minyak serai terutama meningkat karena semakin sadarnya masyarakat akan manfaat kesehatan yang dimiliki oleh serai. Citarasa khas dari serai juga membuatnya diminati khususnya di negara-negara yang tidak membudidayakan serai secara alami, seperti negara bagian Barat. Tentunya, produk minyak maupun oleoresin dari serai merupakan potensi bisnis yang menggiurkan.
Kita membutuhkan hobi untuk menenangkan pikiran atau berkreasi di dunia yang dia sukai karena pada dasarnya hobi merupakan wadah seseorang dalam mengembangkan diri. Namun kadang hobi bisa menjadi peluang usaha yang jika ditekuni dengan serius akan menghasilkan sesuatu yang fantastis. Berkebun misalnya, walau terlihat sederhana di mata orang lain tetapi bagi mereka yang melihatnya dengan kacamata bisnis tentu akan sangat potensial untuk dikembangkan.
Dengan keindahan tanaman-tanaman hias yang menarik perhatian tersebut tentu kita bisa mengubahnya menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bukan? Apalagi jika kamu tinggal di daerah perkotaan yang notabene jarang ditanami tanaman hias, kamu bisa merubah peluang ini menjadi bisnis yang menjanjikan. Kali ini kami akan memberikan apa saja bisnis tanaman hias yang dapat kamu lakukan beserta cara memulainya.
Usaha jenis ini mungkin sudah sangat familiar bagimu atau mungkin kamu sudah pernah mencobanya tetapi gagal ditengah jalan. Tentu saja menjalankan usaha ini kita harus menghadapi tantangan yang besar untuk bisa sukses karena bisnis ini termasuk bisnis yang tinggi persaingannya. Tidak hanya pesaing, memulai bisnis ini sebagai pemula membuatmu berhadapan dengan masalah-masalah yang tidak mudah untuk diselesaikan. Mulai dari masalah lahan yang membutuhkan area yang luas untuk memajang tanaman hiasmu, serangan hama yang sering terjadi pada bunga tertentu, hingga lokasi yang tidak strategis untuk menjalankan bisnis ini seringkali menjadi alasan banyaknya pebisnis tanaman hias berhenti ditengah jalan.
Namun masalah diatas bisa diatasi dengan membangun kerja sama dengan pengepul tanaman hias atau dengan sesama penjual tanaman hias sehingga tercipta jaringan pemasaran yang kokoh. Ada baiknya juga kamu hanya fokus menjual beberapa tanaman hias saja dan lebih peka terhadap trend dan perkembangan pasar agar dapat menyediakan apa yang dicari oleh konsumen. Selain berkutat dengan metode pemasaran kamu juga harus sering mempromosikan tanaman hiasmu ke masyarakat. Cara yang paling jitu adalah dengan mengikuti berbagai perlombaan tanaman hias, jika kamu memenangkan perlombaan ini maka sedikit demi sedikit bisnismu akan dikenal oleh konsumen.
Sebenarnya usaha menyewa tanaman hias adalah usaha sampingan yang bisa kamu lakukan jika bisnis tanaman hiasmu sedang sepi pembeli. Namun jangan salah sangka, jika kamu mempunyai koleksi tanaman hias yang lumayan banyak dan menarik tentunya maka bukan tidak mungkin kamu akan mengalihkan usahamu dari yang dulunya sebagai penjual menjadi penyewa tanaman hias. Perusahaan kantoran, instansi pemerintah hingga hotel-hotel kelas atas akan dengan senang hati menyewa tanaman-tanaman hiasmu untuk memperindah ruangan mereka. Biaya yang dikeluarkan untuk bisnis ini pun terbilang murah, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan dan antar jemput tanaman hias.
Beberapa tanaman hias yang dapat kamu rentalkan ialah seperti mawar, palem-paleman, aglaonema, krisan hingga tanaman epifit seperti anggrek. Harga sewa tanaman hias pun terbilang mahal, untuk kategori tanaman kecil saja kamu bisa mematok harga dikisaran Rp. 25.000 – Rp.30.000 per bucketnya. Harga sewa untuk tanaman yang berukuran besar dan biasa dipakai di luar ruangan bisa mencapai Rp. 150.000. Permintaan penyewaan tanaman hias bahkan meningkat saat banyak acara atau perayaan agama maupun tradisi diadakan. Pihak penyelenggara acara pasti akan sangat mengandalkan bisnis ini saat mendekorasi tata panggung, tentu peluang seperti ini akan sangat bernilai jika kamu pandai dalam memanfaatkannya.
Perlu diperhatikan bahwa tanaman yang akan dikirim ke pelanggan haruslah diperiksa terlebih dahulu kualitasnya sehingga tidak memberikan pelayanan yang buruk kepada pelanggan. Dengan menjaga kualitas tanaman hias yang selalu segar dan menarik di pandang maka kesempatan untuk menjadi penyewa tetap tanaman hias suatu perusahaan akan kamu dapatkan.
Jika bisnis penjualan tanaman hias memiliki persaingan yang tinggi lain halnya dengan usaha pembibitan tanaman hias. Tidak banyak petani yang memilih untuk membuka usaha pembibitan tanaman hias. Walau terjadi kenaikan permintaan akan tanaman hias tetapi tidak diiringi dengan berkembangnya usaha pembibitan tanaman tersebut. Salah satu penyebab terbesarnya adalah kurang meratanya penyebaran informasi mengenai cara-cara perbanyakan tanaman hias di kalangan petani. Bibit-bibit tanaman hias yang sering kita temui di pasaran kebanyakan berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan besar di Indonesia. Dengan kondisi yang demikian sudah jelas bahwa peluang bisnis pembibitan tanaman hias sangat terbuka lebar untuk kamu coba.
Untuk memulai usaha ini tidaklah dibutuhkan lahan yang luas dan modal yang besar karena kita hanya berkutat dengan bibit tanaman. Cukup dengan memanfaatkan halaman rumah maka kamu sudah bisa memulai bisnis ini. Hal yang harus kamu pertimbangkan adalah teknik perbanyakan tanaman hias yang paling efektif. Tidak ada salahnya kamu bergabung atau berhubungan dengan komunitas pembibitan tanaman hias untuk menambah wawasanmu.

Bisnis tanaman hias memang memiliki prospek yan cerah jika kamu serius menjalaninya. Namun memasuki pasar yang memiliki persaingan tinggi dengan jalan berliku bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Oleh sebab itu kamu harus punya cara yang efektif untuk bertahan di bisnis ini. Gunakan seluruh metode pemasaran yang terbaik agar bisnismu dilirik oleh konsumen. Jika bisnismu mulai dikenal oleh konsumen maka kamu sudah mempunyai jaringan pemasaran yang kokoh yang menjadi modalmu untuk bertahan di bisnis tanaman hias ini.
Sayur kangkung adalah sayuran hijau yang memiliki banyak zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Sering dikatakan makan kangkung membuat kita ngantuk. Mungkin kepercayaan itu yang menyebabkan di banyak tempat, kangkung dimasak dengan bumbu pedas, seperti plecing kangkung.
Kata tetangga saya, kalau kangkung tidak dimasak dengan bumbu yang kuat, maka rasanya ‘nyem’ atau hambar. Sejatinya memang semua jenis sayur pada dasarnya hambar, ada juga yang pahit, sehingga butuh bumbu yang kuat seperti bumbu serombotan, bumbu kacang tanah, pelecing kebyos dan sebagainya.
Kalau di restoran, kangkung biasa dimasak tumis; ditambah kecap, cabe merah, bawang putih dan beberapa komponen penyedap masakan lainnya, hingga menjadi tumis kangkung yang menggugah lidah kita untuk segera menyantapnya.
Pernahkah Anda mendengar kabar bahwa sayur kangkung tidak boleh dimakan oleh penderita asam urat? Sebenarnya hal ini adalah suatu kesalahan. Malah sebenarnya sayur ini adalah sayuran utama yang harus dimakan untuk orang-orang yang menderita asam urat.
Sayur kangkung adalah sayuran yang mengandung banyak serat yang bisa menurunkan kadar asam urat dalam tubuh kita. Selain itu, kangkung juga sangat rendah akan lemak yang tidak menyebabkan lemak jenuh bersarang dalam tubuh hingga menyebabkan asam urat.
Sama halnya seperti buah, susu, dan makanan serat lainnya, bahwa kangkung bisa dijadikan sebagai menu utama untuk para penderita asam urat.
Justru yang perlu dihindari oleh para penderita asam urat adalah daging merah seperti sapi, kambing, dan hewan berkaki empat lainnya. Jeroan pun juga perlu dihindari oleh penderita asam urat karena mengandung banyak lemak yang bisa menjadi lemak jenuh di dalam tubuh dan menimbun hingga menimbulkan penyakit asam urat.
Jadi, bagi penderita asam urat tidak usah takut lagi akan hadirnya sayur kangkung yang katanya dapat menyebabkan asam urat. Nah, Anda pun juga bisa menghindari beberapa makanan seperti daging merah, seafood, alkohol, jeroan hingga minuman yang mengandung fruktosa tinggi untuk menghindari asam urat. Penghindaran tersebut pun juga dilakukan oleh orang-orang yang sedang menjalankan diet purin.
Kangkung adalah sayuran yang cukup populer di Indonesia karena enak dan bermanfaat bagi tubuh. Namun, beda halnya dengan di Amerika yang dilarang keras menanam, membeli, dan menjual.
Di Amerika, bahkan kangkung dianggap sangat berbahaya hingga digolongkan sebagai gulma yang terbentuk dari air tawar di iklim tropis. Sudah tahu kan, kalau gulma adalah tumbuhan yang merugikan, bahkan bisa saja disebut sebagai penyakit tanaman.
Mereka menganggap kangkung sebagai gulma karena sayuran ini lebih banyak membutuhkan air dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya. Hal ini membuat para petani di Amerika harus melakukan peningkatan irigrasi. Sedangkan peningkatan irigrasi ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi pada tanaman sayur lainnya. Itu sebabnya, kangkung dianggap sebagai gulma karena telah merugikan tanaman sayur lainnya.
Jika selama ini kita hanya mendengar kabar bahwa kangkung adalah sayuran yang menyebabkan kantuk, kali ini kita akan membahasnya secara ilmiah.
Kangkung adalah makanan yang mengandung banyak serat. Memang, selama ini masih belum pernah ada uji analisis mengenai apakah kangkung menyebabkan kantuk atau tidak. Namun, jika ditelisik secara ilmiah, bahwa kangkung memiliki kandungan mineral kalium yang cukup banyak yaitu sebanyak 175 mg dalam satu cup kangkung.
Makanan yang mengandung kalium yang cukup tinggi adalah makanan yang sangat cocok untuk para penderita darah tinggi. Sehingga kangkung bisa mengurangi tekanan darah. Mungkin karena inilah orang menganggap bahwa kangkung menyebabkan kantuk karena dapat mengurangi tekanan darah.
Lalu apakah benar kangkung membuat kantuk? Hal ini sebenarnya masih menjadi pertanyaan bagi kebanyakan orang khususnya para pakar gizi. Yang pastinya secara ilmiah, kangkung mengandung mineral kalium yang tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah.